$theTitle=wp_title(" - ", false); if($theTitle != "") { ?>
Sebelum membaca tulisan ini, baca dulu tulisan sebelumnya tentang Tips Menggali Cerita. Baiklah, sekarang mari kita kembangkan metode Alur Pendek untuk menjadi bahan sebuah cerita. Caranya adalah dengan mempertanyakan kembali jawaban yang sudah Anda berikan sebelumnya.
Contoh:
TEMA APA YANG INGIN ANDA CERITAKAN?
Jawab: Tentang dunia pelacuran.
Pertanyaan: Kenapa dunia pelacuran?
Jawab: Barangkali dunia pelacuran bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi percayalah, saya akan menceritakan sesuatu hal yang mengasyikkan tentang tokoh-tokohnya.
KEJADIAN APA YANG MENJADI KUNCI DALAM CERITA?
Jawab: Si pelacur di booking oleh salah seorang pejabat yang ia kenali.
Pertanyaan: Bukankah itu hal yang sudah biasa? Sebagai publik figur, tidak aneh jika seorang pejabat dikenali banyak orang. Tolong deskripsikan lebih detil lagi maksud ‘ia kenali’ tersebut.
Jawab: Saya tidak akan tergesa-gesa menceritakan bahwa sebenarnya pelacur itu adalah istri pejabat itu sendiri. Saya akan berusaha mengaduk-aduk pikiran dan perasaan pembaca terlebih dahulu dengan menceritakan seolah-olah mereka tidak saling mengenal. Layaknya seorang lelaki datang ke tempat prostitusi dan saling tawar menawar. Pembaca jelas tidak akan menduga bahwa sebenarnya mereka adalah pasangan suami istri. Dan itulah kejutan dan nikmatnya membaca cerpen ini.
LANTAS BAGAIMANA AKHIRNYA?
Jawab: Pelacur itu ternyata adalah istrinya sendiri.
Pertanyaan: Kok bisa? Jangan mengada-ngada dong. Masa istri seorang pejabat menjadi pelacur?
Jawab: Jika Anda terus bertanya, itu tandanya saya berhasil membuat Anda penasaran. Jika Anda tidak lagi penasaran, berarti Anda akan berhenti membaca cerpen saya.
Pertanyaan: Baiklah. Tapi jurus apa yang Anda gunakan untuk menyingkap sedikit demi sedikit bahwa mereka sebenarnya adalah suami istri?
Jawab: Setelah saya pilih semua koleksi dialog di dalam otak perpustakaan, saya temukan dialog yang cerdas untuk cerpen ini.
Pertanyaan: Kasih tau dong dialognya dan siapa yang mengucapkannya?
Jawab: Hehehe…dialognya diucapkan si tokoh pejabat, “Barangkali di dunia ini hanya akulah lelaki yang harus membayar setelah menggauli istrinya sendiri.”
Pertanyaan: Lantas apa kata si tokoh pelacur, istrinya itu?
Jawab: Kamu pura-pura tidak tahu saja dunia prostitusi. Bayar membayar itu sudah aturan. Atau karena sibuk menjadi pejabat lantas kamu benar-benar lupa?
Pertanyaan: Hehehe…dialog tokoh pejabat tadi membuat saya penasaran. Setelah dijawab istrinya, saya merasa akan ada rahasia lagi yang Anda sembunyikan.
Jawab: Itulah teknik penulisan cerpen-cerpen saya. Jika satu diungkap, maka saya menyediakan misteri lagi di belakangnya.
Pertanyaan: Tapi misteri itu sudah bisa saya tebak.
Jawab: Sengaja saya melakukannya. Setelah membuat pembaca meyakini bahwa pejabat itu pergi ke prostitusi, dan setelah membuat bingung pembaca dengan memberitahu bahwa ternyata pelacur itu istrinya, maka sudah saatnya saya membuat tebak-tebakan kepada para pembaca. Emosi dan pikiran mereka sedang saya aduk-aduk.
Pertanyaan: Apakah tebakan saya bakal salah di akhir cerita ini?
Jawab: Saya tidak akan memberitahukannya kepada siapa pun. Termasuk Anda. Bagaimana rasanya jika saya perlakukan semacam itu? Apakah berani tidak membaca cerpen ini hingga selesai?
Pertanyaaan : Tentu tidak. Saya telanjur penasaran. Dan tentunya saya tidak ingin kecewa ketika mengetahui akhir ceritanya.
Silakan Anda buat sebanyak mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti contoh di atas. Siapkan juga jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan cara seperti ini, minimal Anda sudah memiliki rencana-rencana yang akan Anda tulis sebagai cerpen.
sumber: http://diskusi.hariesaja.info/14/pengembangan-dari-alur-pendek/#more-24
Leave a Reply